saya ini aku

aku ini saya.

saya paling senang menulis biodata, waktu kecil saya selalu menulis biodata dengan serius karena saya pikir kalau biodata itu dibaca orang lain, mereka akan lebih mengerti saya. Atau sebenarnya saya mengharapkan respon “wah aku juga suka makanan ini”, “wah aku juga suka warna ini” dari teman-teman saya. Semakin tua, mengisi biodata bukan lagi mengisi daftar dengan jawaban setelah tanda titik dua. Biodata untuk orang seumuran saya sudah berupa paragraf.

Disini saya tidak ingin menulis biodata saya. Saya cuma mau menjelaskan sedikit tentang diri saya, untuk orang-orang yang akan membaca blog ini. Anda akan lebih menikmati tulisan saya kalau anda bisa setidaknya memikirkan seperti apa diri saya yang sebenarnya kan?

Saya akan menjelaskan diri saya seperti ini, kalau anda berada di sebuah ruangan yang penuh dengan perempuan (ya, karena ini sebuah perbandingan), maka anda bisa mendapati saya adalah perempuan yang berdiri di pojokan. Kerumunan orang membuat kepala saya pening dan dinding menjadi teman bisu yang baik dalam setiap kesempatan. Anda akan menyadari kehadiran saya di akhir acara (sungguh tidak bohong, teman-teman saya bahkan sulit menyadari kehadiran saya). Maka ketika saya mengetahui ada orang yang menyadari keberadaan saya, saya akan sangat menghargai orang tersebut. Rasanya ingin menyalami dan mengucapkan terimakasih.

Kemudian jika anda berada di ruang kelas dengan 40 murid yang duduk berdua-dua, saya adalah murid perempuan yang duduk di bangku paling pojok belakang kiri atau kanan kelas, biasanya saya akan (terlihat seperti sedang) mencatat pelajaran di buku tulis, padahal saya sedang menggambar. Atau saya akan (terlihat seperti sedang) membaca buku pelajaran, padahal saya membawa komik atau novel yang saya halangi dengan buku pelajaran. Wajah saya akan terlihat serius memperhatikan pelajaran, padahal saya sedang kesulitan mencerna maksud pelajaran itu. (Begitulah, saya ini tidak cerdas) Dan kebanyakan waktu istirahat saya pakai untuk tidur. Tempat pojokan itu favorit saya. Sebenarnya saya bingung, di satu sisi saya ingin orang lain menyadari kehadiran saya, di sisi lain saya ingin menghilang diantara mereka.

Nah, bukankah dari penjelasan di atas anda sudah memiliki gambaran tentang saya? Saya bukan orang yang antusias dan lebih cocok dibilang tipe orang yang menunggu peluang. Peluang untuk disadari, peluang untuk dikenali, peluang untuk diajak bicara, peluang untuk disukai, dan lain-lain. Saya tidak suka menjadi pusat perhatian dan lebih memilih pojok yang dingin dimana saya bisa melakukan apa yang saya inginkan. Saya suka menggambar, membaca, namun belum pernah berhasil membuat satu karya seni atau satu buku pun yang selesai dibuat. Seluruhnya setengah jadi. Saya bukan orang yang cerdas, saya mendapat nilai-nilai yang (sangat) buruk dalam pelajaran yang membutuhkan hitungan. Sebaliknya, saya suka pelajaran yang membuthkan hafalan, (kecuali bahasa mandarin).

Jadi, salam kenal?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s