draft 5- part 2

…….

Dari arah dapur si lelaki muda memperhatikan si perempuan yang sedang menyentuh mahkota bunga krisan, kemudian kembali berkonsentrasi membuat teh. Tidak banyak makanan yang ia simpan berhubung ia hidup sendiri dalam rumah itu, namun menyimpan stok teh seduh merupakan suatu kewajiban. Ibunya sangat menyukainya dan hampir minum teh setiap saat. Seringkali ibunya berkhotbah bagai seorang spesialis teh ketika mereka sedang minum teh bersama, memperkenalkan macam-macam teh yang dikenalnya dan bagaimana masing-masing teh memiliki rasa yang khas. Ibunya lebih paham mengenai teh-teh yang berasal dari ruang lingkup benua Asia, disamping itu ia hanya sekedar mencicipi teh dari benua lain, membelinya pun jarang sekali. Assam, Darjeeling dan Ceylon yang ia paham betul merupakan teh-teh yang dinamakan berdasarkan provinsi dimana mereka ditanam. Assam dan Darjeeling berasal dari India, sedangkan Ceylon dari Srilangka.

“Assam rasanya mirip dengan teh hitam dari Indonesia, tapi rasanya jauh lebih kuat dan pahit. Sedangkan Darjeeling tumbuh di daerah yang lebih tinggi dari Assam, maka rasa dan aromanya cukup ringan dan cenderung wangi seperti bunga. Rasa Ceylon, seperti perpaduan rasa Assam dan Darjeeling.” Ucap ibunya fasih menerangkan kepada si lelaki muda yang pada saat itu belum mengenal segala macam jenis teh. Sebulan sekali mereka mengubah jenis teh yang akan diseduh sehingga mereka sudah mencicipi semua jenis itu. Mereka bergantian menyeduh teh.

Lama-kelamaan si lelaki muda menyadari perbedaan yang khas dari masing-masing teh. Membedakan Assam dan Darjeeling cukup mudah jika diperhatikan dengan seksama. Dari warna seduhannya saja sudah ketahuan perbedaanya. Aromanya juga. Assam memiliki warna yang lebih pekat daripada Darjeeling. Warna Darjeeling cenderung coklat muda kekuningan.

Ibunya menyukai Darjeeling karena rasanya ringan dan aromanya yang halus, menimbulkan perasaan yang menenangkan. Sedangkan si lelaki muda menyukai Assam yang memiliki rasa pekat dan aroma yang kuat. Namun alasan sebenarnya karena teh itu terasa nikmat apabila diminum dengan campuran susu.

Kebiasaan minum teh dari ibunya itu lantas menurun pada dirinya. Seluruh fakta mengenai teh dari sang ibu hingga kini melekat pada ingatannya. Si lelaki muda menyeduh teh dengan terampil, tanpa cela. Tanpa setetes pun air teh menyentuh permukaan meja dapur yang dingin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s