Kalau tidak ada sesuatu yang mengganjal rasanya sulit untuk menulis, atau kadang-kadang menulis menjadi paksaan dalam mengerjakan sebuah tugas kuliah yang menyebalkan.

Saya ingin menjadikan penulis sebagai daftar profesi di masa depan, tapi rasanya…..

kok,

saya miskin dalam berkata-kata, saya tidak tahu banyak kosa kata untuk mempercantik apa yang saya tulis, saya tidak menulis sebanyak itu untuk menjadikan cerita-cerita saya layak disebut sebagai novel, tapi tetap saja keinginan itu ada. Keinginan untuk melihat buku ciptaan saya terpajang di toko buku.

Dari sekolah dasar saya suka menulis. Ada kesamaan dari tiap karangan yang saya buat yakni tidak ada yang selesai, paling panjang hanya mencapai 30 halaman dan menjadi cerita klasik tipikal remaja labil. Saya ingin menulis sesuatu yang dalam, bias menggugah perasaan, membuka pikiran, membuat manusia lebih menghargai dunia.

Saya ingin rutin menulis, memperluas wawasan juga memperkaya kosakata yang saya ketahui. Masalahnya

 

 

kapan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s