pemikiran lain

saya tidak pernah sadar kalau kuliah merupakan salah satu pilihan besar dalam hidup seseorang. Kalau saya ingat-ingat, waktu itu malam hari atau sore hari? Pembicaraan teman kos saya dan saya

A: “Aku ambil arsitektur”

Saya: “Aku juga” (padahal dalam hati tidak yakin)

Kalau bisa mengulang waktu, saya ingin mengambil jurusan lain saja. Bukan karena arsitektur sulit atau apa, semua mata kuliah pasti sulit tidak terkecuali. Bukan karena menyita waktu atau bagaimana, karena waktu itu harus kita yang pintar-pintar mengaturnya. Bukan karena tidak asik, WAH, kalau kalian tahu sebenarnya asik loh di jurusan arsitek. Bangunan yang ada di dalam pikiran bisa direalisasikan lewat gambar-gambar dan 3D, hampir jadi seperti nyata. Hampir seperti jadi pencipta. Lagipula kalau dipikir-pikir seorang arsitek itu penting. Mungkin ada yang berpikir kalau dokter yang paling penting, tapi dokter pada akhirnya butuh suatu shelter tempat ia bisa menyembuhkan pasien-pasien. Mungkin kalian pikir petani itu paling penting, tapi pada akhirnya petani butuh shelter untuk ia beristirahat. Mungkin kalian pikir ilmuwan itu penting, tapi pada akhirnya (lagi) dibutuhkan shelter untuk proses yang ia jalani. Semua manusia di dunia ini butuh shelter dan profesi yang sedang saya jalani bertujuan untuk menyediakan shelter itu untuk proses aktivitas orang-orang. Agar seluruh profesi bisa berjalan dengan baik.

Disini saya tidak ingin sombong, karena pada akhirnya kita semua saling membutuhkan. Saya yang mempelajari arsitek pun akan tampak bodoh di depan teman saya yang kuliah perhotelan, (mereka membicarakan trainee, wine, tuition, beasiswa, apply kerja, dan apapun diluar yang saya tahu), di depan teman saya yang kuliah kedokteran ( ia membicarakan kalau dalam telapak tangan saja ada berpuluh nama bagian yang berbeda, juga di otak yang tentunya lebih kompleks) Semangat ya, kawan-kawan. Itu baru dari 2 jurusan loh….belum yang lain. Saya juga pasti terlihat bodoh di depan mereka semua.

Bukan karena….hal-hal diatas

 

Tapi karena hati saya bukan di arsitektur.

Sekarang saya punya motivasi untuk lulus, supaya cepat-cepat keluar dari sini, mencoba kerja sebentar lalu kuliah lagi. (Saya juga berpikir adakah yang memiliki motivasi seperti saya juga?) Kali ini saya mau bilang orangtua, tolong biayai saya sedikit lagi, saya ingin belajar hal lain karena (mungkin) cuma di jurusan (baru) itu bakat saya. Kalau memang bakat saya di bidang itu, mengapa tidak saya kembangkan? Bukannya jadi seperti menguburnya? Sementara mengembangkan bakat lain yang belum tentu lahir bersama saya.

Yang saya sedih hanya karena orangtua yang terus membiayai. Saya ingin bisa cepat keluar dari tanggung jawab mereka membiayai saya. Saya anak sulung tapi hidup seperti anak yang terus bergantung pada materi dari mereka.

Yah, jadi seperti ini keluh kesah pada post tanggal 18 Desember 2015 ini. Tak disangka sudah akhir tahun lagi. Umur saya juga sudah 20 tahun. Ulang tahun kali ini yang dipikirkan hanyalah saya semakin mendekati kematian saya, padahal tidak tahu kapan (semoga saja mati tua disaat tujuan hidup sudah tercapai) saya sedih dan takut, karena merasa selama 20 tahun hidup saya, dari embrio sampai sebesar ini, KOK belum ada sesuatu yang berkesan dalam hidup? Bukan peristiwa yang menyenangkan, kalau itu sih pasti ada. Tapi……..seperti peristiwa-peristiwa dimana saya merasa “untuk hal ini saya hidup” atau “belum ada yang saya lakukan untuk dunia” sebenarnya itu egois, dunia itu cakupan yang sangat luas. Setidaknya untuk keluarga dan teman-teman saya. Saya merasa sudah menjalani 20 tahun hidup yang sangat hambar. Hanya berjalan dijalan stagnan. Peristiwa-peristiwa sedih yang sudah saya lewati tidak bisa saya jadikan inspirasi lagi. Saya seperti cangkang kerang yang kosong dalamnya.

 

Seperti cangkang kosong.

 

Sampai jumpa di post berikutnya, pembaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s