part 1.

karya pertama yang saya post di blog ini.

mengapa seseorang berlari?

untuk apa kalau tidak ada yang dikejar? Memangnya, di depan sana ada apa? ada siapa?

ataukah seseorang berlari karena dikejar? bukan oleh siapa, melainkan oleh sebuah rasa apa.

apa yang mengejarnya sehingga ia terus berlari?

hingga hari ini pun ia masih berlari.

tepat pukul 5 pagi, ketukan sepatu olahraga yang usang berpadu dengan aspal yang dingin karena tersiram udara malam bergema di jalan-jalan sunyi. belum ada yang terjaga, cahaya pun masih berupa keremangan bercampur warna kelabu pekat. udara dingin yang transparan mengepul turun dari gunung bercampur dengan sisa-sisa panas yang tertinggal diantara benda-benda logam di jalanan, membentuk kabut yang tipis menyerupai asap pembakaran.

namun matanya mampu memecah kabut. matanya mampu mendengar kegelapan. ia lari dengan langkah mantap, tak peduli dengan kesunyian dalam gelap yang mencekam. tak peduli dengan lubang jalan yang tak mampu dilihat.

ia tidak sadar, dari beribu-beribu rumah yang ia lewati ketika berlari, salah satunya, yaitu rumah bercat putih dengan kusen warna biru muda, lampu meja kecil pada kamar di lantai 2 nya mendadak menyala di waktu yang sama ketika ia berlari. seorang anak gadis yang menyalakannya. rutinitas singkat sang gadis pada jam buta itu hanya memandangi plafon kamarnya. ia terbangun karena alarmnya yang memang disetel pukul setengah 5 pagi, setiap hari.

ia menunggu.

ia menunggu suara langkah kaki itu melewati rumahnya. begitu cepat dan ringan. terkadang hanya terdengar sekilas. sekali mengedipkan mata. walau hanya terdengar 8 langkah kaki yang tergesa-gesa, tapi terdengar seperti gaung yang indah di telinganya, ritme yang cantik.

“tap tap tap tap tap tap tap” gumamnya, sembari jari telunjuknya ikut mengetuk.

ketika musim hujan, ritme nya sedikit melambat, mungkin karena jalanan yang licin oleh sisa-sisa air hujan yang tergenang sepanjang malam. ya, ketika hari hujan pun langkahnya tetap terdengar. ia tetap berlari di tengah hujan dalam kegelapan subuh yang dingin. entah mengapa badannya yang kurus itu terus menerjang angin, menantangnya, membelahnya. langkahnya terdengar begitu berat dan diiringi oleh suara cipratan genangan air yang merdu. ada keindahan tersendiri yang tercipta dari suaranya ketika berlari di hari hujan.

ketika musim kemarau, ritmenya terlalu tergesa-gesa, seolah-olah ia sedang mengejar sesuatu. bahkan dalam keheningan itu, untuk beberapa detik ia berlari melewati rumah sang gadis, terdengar suara nafasnya yang berantakan nyaris seperti mengerang kesakitan. keluar sudah dari ritme indahnya. terkadang disertai suara isak tangis yang samar-samar dalam nafasnya yang tak beraturan. gadis itu mendengarkannya dan terkadang ikut menangis.

ketika datang hari-hari dimana tidak ada suara langkah apapun di pagi buta, gadis itu mulai resah. tapi tidak pernah dalam 2 hari yang berurutan ia tidak berlari. ia selalu berlari di keesokan harinya.

gadis itu berusaha menghafal semuanya. ia cepat-cepat mengambil pensil yang ia selipkan tersembunyi di celah antara tempat tidurnya dan dinding kamar. diambilnya pensil batang itu dan ia mulai menulis di belakang poster yang ia tempel persis di sebelah wajahnya.

“hari ini ritme nya begitu cepat sehingga hanya tujuh langkah ia sudah melewati rumah. namun ritme nafasnya tetap merdu, beraturan. tak ada isak tangis hari ini. mood nya sedang bagus.”

kurang lebih seperti itu.

kemudian ia membubuhkan tanggal.

gadis itu kemudian menghembuskan nafas panjang sambil memandang bagian dinding yang ditutupi poster itu. tulisan-tulisan yang berjajalan satu sama lain sudah seperti semut yang mengerubungi gula. sebentar lagi tidak akan cukup kalau hanya satu poster yang menutupi seluruh tulisan itu. ia harus membeli satu poster baru besok.

Sang gadis pergi ke toilet, dan kembali tidur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s