What language should i use this time? Hmmmm…the last post was in english,

Indonesian then.

Sedang maghrib.

Baru-baru ini saya mulai menulis lagi. Lalu terhenti lagi. Begitulah, bahkan sudah tercipta ………hmm apa kata yang tepat …..semacam pola rutinitas. Bukan, bukan rutinitas. Lebih seperti pola kebiasaan, nah itu lebih tepat, di mana saya tak pernah menyelesaikan apa yang saya mulai. Gambar, tulisan, semunya setengah jadi. Sedih rasanya. Mengapa saya itu manusia yang serba setengah.

Jadi kali ini tokoh dalam tulisan saya adalah seorang pelari, dan teman masa kecilnya. Dari dulu saya suka lari. Entah apa itu obsesi karena kecanduan eyeshield 21 atau sekedar naksir Sena Kobayakawa saya jadi lari dengan serius. Yah terkadang obsesi sesaat memberi keuntungan juga untuk mengenal lebih dalam hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak penting.

Ketika berlari, apa yang seorang pelari rasakan? Apa ia sedang mengejar kemenangan, ataukah ia sedang dikejar kekalahan? Apa yang menbuatnya begitu cepat seperti seakan memburu waktu? Saya ingin tahu. Sebab rasanya berbeda apabila saya berlari.

Ketik saya berlari, saya hanya menikmati saat itu saja. Seluruh tubuh saya seperti terayun, seperti mencoba terbang tapi.tidak.akan.berhasil. lama kelamaan kaki saya semakin berat, seperti dijerat borgol yang semakin lama semakin mengikat dan pada akhirnya saya berhenti.

Tapi pemandangan kabur ketika saya berlari tidak akan tergantikan dengan apapun, tidak juga dengan kendaraan. Pemandangan itu meloncati waktu, pemandangan yang seperti halaman buku yang dibalik dengan cepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s