2 people we meet

Kata mereka, dalam hidup, kita harus bertemu dengan dua orang.

“Pertama, orang yang mencintaimu namun kau tidak mencintainya. Darinya, kau akan belajar bahwa dicintai sebanyak itu adalah anugerah. Dan bahwa merasa bahagia itu sederhana; merasa dihargai. Darinya, kau akan mengerti sebuah pelajaran bahwa kau tidak bisa menahan seseorang berdasarkan belas kasihan.

Kedua, orang yang kau cintai tapi tidak mencintaimu. Namun, hal itu bukan berarti ada sesuatu yang salah padamu atau Tuhan sedang membuatkanmu skenario kejam. Kau hanya sedang diberikan kesempatan untuk terlatih mengenal rasa sakit yang abstrak dan tajam, merelakan, lalu bangkit lagi.

Sekarang, bayangkan kau menjadi aku, mana yang akan kau pilih? Membiarkan dirimu bersama orang yang mencintaimu namun kau tidak bisa bahagia bersamanya, atau bersama dengan orang yang kau cintai namun memberikanmu kebahagiaan tunggal?”
by: credit

***

Aku pernah bertemu denganmu, seseorang yang kedua.

Apa kau tahu, pada bulan-bulan terakhir hubungan kau dan aku merupakan bulan-bulan tersulit. Kita tinggal di kota yang sama, tapi hanya bertemu dua kali sebulan atau bahkan hanya sekali. Sebenarnya jenis pacaran apa yang kita jalani? Setiap ajakan yang kau tolak aku diam-diam menangis. Kamu tidak tahu. Tentu saja tidak tahu, kamu benci kalau aku menangis.

Di setiap pertemuan yang terhitung jari itu, aku merasa senang sekali.

Apa kau tahu, berbicara denganmu melalui pesan rasanya seperti berbicara sendiri? Terkadang aku menangis bukan karena jawabanmu, melainkan menangis karena diriku sendiri “Kenapa kamu masih melakukan ini, Cha?” Aku berkata demikian dalam hati, tapi tetap kulakukan lagi.

Pernah sebulan sebelum berakhir kau bertanya, “Lagi apa?” dan “Udah makan?” dua hari berturut-turut.

Kamu tahu? Detik-detik aku membaca pesan itu darimu merupakan detik-detik aku merasa bahagia. Pertama kali sebahagia itu setelah berbulan-bulan. Aku merasa diperhatikan. Kupikir hubungan kita akan membaik tetapi Tuhan memiliki rencana lain, sebulan kemudian semuanya berakhir.

***

Hai C Apa kabar?

Ngomong-ngomong,

Terima kasih atas segalanya.
Terima kasih atas senyuman, tawa, genggaman tangan dan pelukan di masa lalu.
Terima kasih atas teman-teman kecil yang kauberikan padaku. Aku masih menyimpan semuanya.

Terima kasih                                sudah membuatku kuat.

Terima kasih, terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s