Sebuah pertanyaan.

Ketika pagi ini seorang teman bertanya kepadaku,

“Apa yang engkau lakukan kalau ia kembali kepadamu tetapi dalam keadaan terpaksa? Karena kamu berhasil memaksanya?”

….aku terdiam. Aku mengetik jawaban singkat, lalu kuhapus lagi. Hal itu terjadi berulang kali selama beberapa menit, aku mencari jawaban yang tepat, aku memikirkan jawaban yang bijaksana.

Namun aku tetap tidak bisa membayangkannya, karena aku tidak berada dalam posisi seperti itu.

Aku ingat di hari ia mengakhiri hubungan kami aku memaksanya, tentu saja aku berusaha. Berulang kali aku katakan agar ia menerimaku lagi, berulang kali aku meyakini bahwa kita harus mencoba sebelum menyerah lebih dahulu.

Lalu ia hanya menggeleng dan tersenyum. Aku melihat sepasang mata itu. Sepasang mata yang lembut menatapku dengan sedih seakan mengatakan bahwa itulah keputusan finalnya. Ia, bagaimanapun, adalah seorang laki-laki dewasa yang tidak akan mengubah keputusannya. Dan ketika aku menatap balik sepasang mata itu, di waktu itu aku merasa aku harus menyerah.

Aku menjawab cukup panjang, bahkan berlebihan. Tentunya kalian pasti tahu jawabanku.

“Aku tidak akan memaksa karena aku akan merasa kasihan melihat dia terpaksa.” dan bla bla bla

Ya. Aku berbohong, tentunya aku ingin ia kembali. Tetapi aku sadar aku tidak bisa menghentikan mimpinya. Ketika kami duduk bersama bersebelahan di dalam mobilnya tanggal 30 November, aku tidak lagi melihat seorang laki-laki yang dulu suka memakai sweater, pipi jerawatan yang selalu tersenyum dan tertawa bersamaku. Aku melihat seorang pria dewasa yang mencoba meraih mimpinya. Di matanya, di setiap kata-kata yang diucapkan, tidak ada aku disana. Aku bukan pilihannya.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s