hari ini aku menemukan tempat pensilku jaman SMA. Ya, tempat pensil itu sepertinya ketika masa SMA tidak begitu terasa menyedihkan.

Aku ingat didalamnya pasti masih tertinggal gambar-gambarnya. Otomatis tanganku membalik tiap kertas yang tersimpan disana dan kutemukan doodle-doodle lamanya yang kebanyakan makhluk asing yang lucu. Aku tersenyum, dan sekeras apapun aku mencoba berpikir, aku tidak bisa mengingat secara persis tiap kenangan dari tiap doodle itu.

Pada akhirnya, apapun yang pernah ia lakukan terhadapku, aku akan tetap mengakui ia orang yang hebat. Aku begitu menyukai bagaimana cara ia memegang pensil lalu mulai menggambar disebelahku ketika dulu jam istirahat. Aku menyukai betapa sering ia membuatku tersenyum. Dan yang paling aku suka adalah semua usahanya terhadapku.

Yah, mungkin itu yang membuatku mulai menyukainya, bagaimana akhirnya aku berpikir aku bisa bahagia bersamanya.

Perubahan yang terjadi padanya ataupun seluruh pertengkaran kami setelah itu mungkin lebih baik kusimpan di masa lalu. Walaupun aku tahu dia tidak merasakan seperti apa yang kurasakan, dia pasti punya perasaan sendiri untuk dirasakan. Perasaan kami tidak akan sama. Ada baiknya aku hanya mengingat kenangan bahagia saja. Atau mungkin mencoba untuk tidak mengingat sama sekali.

Sampai saat ini pun aku berharap kamu baik-baik saja. Sampai jumpa untuk saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s