telapak tangan yang kosong

Salah satu hal yang sangat sering membuat saya bersedih adalah melihat telapak tangan saya sendiri. Pandangan garis cabang-cabang tangan yang saling menjulur lalu menyatu satu sama lain itu memang menakjubkan, seperti Tuhan melukis sebuah pohon disana dengan alat tajam kecil membiarkan nya menjadi celah-celah yang hampir berukuran kurang dari 1 milimeter dan mewarnainya dengan warna kulit yang lebih gelap, tanpa daun.

Disisi lain, melihat telapak tangan itu rasanya kosong. Seperti ada sesuatu yang pernah berada disana untuk waktu yang lama dan kini sejauh apapun saya mengulurkan telapak tangan, mengayunnya, menjunjung tinggi ia ke arah langit, ia tetap saja kosong.

Telapak tangan, apakah karena kamu merindukan telapak tangannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s