objektif

“Saat jatuh cinta mendalam pada seseorang, mungkin kita tidak bisa berpikir objektif lagi?”

* * *

Pikiran kita jadi tidak bisa menilai yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, seringnya hanya terbawa perasaan dan emosi.

Di saat-saat seperti itu tidak pernah terpikir lagi soal bahagia atau tidak bahagia.
Karena bahagia atau tidak sebenarnya hanya penilaian kita sendiri.

Orang yang mengalami akhir yang menyedihkan biasanya berpikir tidak mau memikirkan orang yang membawa kesedihannya lagi.
Namun ada tipe orang yang lain, yang merasakan bahwa:

“di saat pikiran obyektif muncul, mungkin cinta akan berakhir.”

– Pa Enomoto, Bokura Ga Ita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s