23 Maret 2013

Sebenarnya aku menyadari kalau diriku payah. Tidak perlu kamu atau siapapun ingatkan.

Aku selalu lari dari rasa sakit. Aku tidak berani menghadapinya, dan selalu mencari segala cara agar aku tidak harus merasakan rasa sakit itu.
Entah caraku itu baik atau buruk.
Entah caraku itu hanya mementingkan diriku sendiri dan tidak memikirkan orang lain.
Entahlah.
Aku berubah menjadi manusia yang buruk.

Sebenarnya rasa sakit itu tidak bisa dihindari sebagaimanapun aku menyembunyikan diriku. Ia selalu datang di saat-saat aku bahagia. Makanya aku tidak ingin terlalu bahagia, karena saat terlalu bahagia bila dihadapkan dengan rasa sakit, rasanya akan semakin sakit, seperti tidak ada persiapan.

Ketika aku dihadapkan oleh rasa sakit, bukan sakitnya yang aku khawatirkan, melainkan rasa tidak tenang yang seperti menghantui, membuatku tidak bisa berpikir sama sekali. Pikiranku hanya pada masalah itu-itu saja.

Aku tidak mengerti diriku yang sekarang. Dulu pun aku buruk. Sekarang aku tambah buruk.
Akankah aku tambah buruk lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s