tears

Tanggal 6 Maret

Hari ini aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri……

“Mengapa air mata tidak dapat dihisap kembali seperti ingus yang kita hisap dikala kita tidak membawa tisu?”

Air mata langsung keluar begitu saja tanpa izin dari sang pemilik tubuh, yaitu kita dan terkadang membuat kita malu karena keluar dengan derasnya di tempat-tempat umum.
Menahan air matapun sulit sekali. Aku telah mencoba beberapa hal seperti melihat ke atas agar menghindari air mata itu jatuh. Lalu aku akan mulai menggigit bibir bawahku kencang sekali. Aku menggigit dengan kencang karena aku pikir akan terasa lebih sakit daripada rasa sedih yang kurasakan.
Namun tetap saja air mata itu seringnya tak bisa kutahan.

Dan seandainya air mata bisa dihisap kembali, aku akan melakukannya dari dulu-dulu, sehingga aku tidak perlu menangis untuk kesekian kalinya didepanmu.

Ntah apa yang membuatku sedih hari ini. Kamu tidak melakukan apa-apa kok. Kamu cuma diam dan aku juga diam. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan karena apa pun yang kuceritakan kamu terlihat tidak terlalu tertarik mendengarkannya. Dan aku sejujurnya sedih. (Tapi itupun tak kukatakan karena kamu tidak akan tertarik mendengarnya.)

Sudah cukup lama kamu tidak lagi ceria saat melihatku. Apa ini salahku?

Hei, seandainya selama ini aku dapat menghisap semua air mataku, aku tidak perlu menangis didepanmu. Maafkan kekuranganku itu.

Dan maafkan aku kalau aku membosankan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s