apa…

Kepedulian itu, bagaimana cara mendapatkannya kembali?

“Ada sebuah pohon apel kecil yang diurus dengan baik oleh majikannya. Ia diberi pupuk yang mahal, rasa cinta berlimpah dan disiram teratur sehingga pohon apel itu tumbuh subur dan sangat menyayangi majikannya. Suatu hari ketika sudah saatnya ia berbuah, ia berbuah banyak sekali. Majikannya ikut senang, dan buah apelnya pun manis. Mereka saling menyayangi.

Namun berbulan-bulan setelah itu, sang majikan nampaknya tidak sesering dulu memberi pupuk kepada pohon apel, tidak sesering dulu memberikan rasa cinta, dan tidak lagi menyiramnya secara teratur. Pohon apel menyadari keanehan itu, namun ia tetap berbuah manis dan banyak mengingat jasa-jasa majikannya yang sangat peduli padanya dahulu. Pohon apel tentu sedih, tetapi sekali lagi ia mengingat bahwa sudah banyak hal baik yang dilakukan majikannya untuknya

Dulu majikannya datang dengan ceria, berceloteh tentang banyak hal di bawah rimbunan daun dan ranting-ranting pohon apel. Pohon apel menjadi pendengar yang setia. Tetapi kini majikannya datang hanya untuk tersenyum kecil dan berdiam diri mengantuk. . .”

* * *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s